Adab Guru

Adab Guru

“Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa digunakan orang banyak, apapun itu profesinya. Bukan dilihat dari banyaknya pikiran yang dicetuskan, tapi dari sejauh mana orang lain bisa mengambil banyak manfaat dari ilmu yang kita berikan“

Kata-kata diatas merupakan kutipan yang sempat dilontarkan oleh pembicara  yang bernama Haekal Husein, Lc. atau biasa disebut Ustad Haekal begitulah panggilan sederhananya dalam kegiatan rutin SMA Lazuardi, Sawangan Depok yang diselenggarakan setiap akhir Bulan.

Rabu, tgl 27 November 2019 Ustad Haekal membawakan tema ‘Adab Guru’ dengan berbagai kutipan Hadist dan Al Quran  yang dipaparkan oleh ustad secara jelas dan singkat, pada pembahasan awal ustad menjelaskan apa itu guru atau dalam bahasa Arab dinamakan dengan Mualim atau (orang) ahli agama; guru agama; atau dalam arti lain yang berarti petunjuk jalan yang bermuara pada penyampaian yang bermanfaat bagi orang lain.

Petunjuk Jalan atau dalam bahasa Arabnya Mualim merupakan pemakaian bahasa Arab dalam menunjukan jalan yang berakhir pada pemanfaatan ilmu yang telah diberikan. Petunjuk jalan disini diharapkan dapat menuai sebuah perubahan.

Lebih lanjut Ustad Haekal menjelaskan sifat yang harus di miliki seorang mualim dalam tanda kutip guru yaitu sifat yang terpuji yang berarti dapat di ikuti oleh banyak orang seperti suka memuji, suka memuji disini bagaimana menjadi pendengar yang baik dan memberikan dampak positif, saling mengagungkan antar sesama manusia, dan memiliki sifat Tawadhu (rendah diri) sebab kesombongan sendiri memiliki arti merendahkan manusia hingga menolak kebenaran. Itulah sebabnya guru diharapkan memiliki jiwa yang kuat karena pada dasarnya murid condong memilki jiwa yang lemah di karenakan pemikiran yang belum matang.

Selanjutnya ustad menjelaskan tentang sifat seorang guru yang dapat diwaspadai, mengutip dari cerita pada zaman nabi dalam menggunakan ilmunya dengan sifat sombong. Di ceritakan bahwa saat kiamat nanti akan ada orang-orang yang tidak diterima amalnya oleh Allah SWT, seseorang laki-laki yang dikenal sebagai pembela agama Islam sampai ia mati syahid namun Allah memasukkannya kedalam neraka sebab laki-laki tersebut melakukannya dengan kesombongan, hanya karena mau dikatakan sebagai pemberani. Satu lagi seorang laki-laki yang sedang menuntut ilmu Al-Quran dan mengajarkannya kepada yang sesama manusia hingga dikenal sebagai Hafidz, namun Allah tetap memasukannya kedalam api neraka karena laki-laki tersebut ingin dikatan sebagai mualim.

Pada statment terakhir ustad haekal mengucapkan bahwasannya guru atau mualim bukan hanya sebatas mengajar namun kita akan menjadi mualim sebagaimana petunjuk jalan kepada murid-murid, tetangga, hingga anak-anak kita nanti. Pada moment hari guru ini semoga semua guru dapat menyebarkan manfaat yaitu ilmu dan semoga tidak pernah putus hingga akhir hayat, Amiin.

This slideshow requires JavaScript.

Penulis : Sinta Fatimah

admin

We are the IT Men of Laz

Leave a Reply

Close Menu