Aplikasi Problem Solving pada pembelajaran PPKN

Oleh: Agus Purwanto (Kep Sek SMA Lazuardi)

Hari ini mensupervisi pembelajaran PPKn yang diampu oleh pak Hasanudin. Beliau guru senior dan juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah. Topik yang dibawakan mengenai “Nilai-nilai Pancasila dalam Kerangka Praktik Penyelenggaraan Pemerintahan Negara.”

Saya mencatat sekian banyak aktivitas yang dilakukan oleh pak Hasanudin dalam kurun waktu 2 jam pembelajaran melalui penerapan Problem Based Learning dan siswa mengikuti proses belajar mengajar dalam suasana fun. Saya teringat dengan tulisan yang mengatakan : “Learning is most effective when it’s fun” artinya, belajar terlaksana efektif, jika dilakukan dalam suasana menyenangkan.

Pembelajaran diawali dengan memberikan contoh mengenai penerapan kekuasaan dengan menunjuk beberapa siswa sebagai role modelnya. Kemudian dilakukan brainstorming mengenai penerapan kekuasaan dikaitkan dengan topik praktik penyelenggaraan Pemerintahan. Setelah itu guru memberikan penjelasan mengenai kekuasaan untuk penyelenggaraan Pemerintahan, konsep kekuasaan negara menurut Montesque yaitu legislatif, Eksekutif, Yudikatif dan .
John Locke yang memisahkan negara menjadi Federatif, Eksekutif, Yudikatif.

Pembelajaran dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai permasalahan negara yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur. Selanjutnya kelas dibagi dalam 4 kelompok di mana masing-masing kelompok membahas permasalahan terkait Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Ekonomi. Kelompok melaksanakan diskusi untuk memecahkan masalah yang terkait dengan permasalahan yang diberikan pada masing-masing kelompok.

Selama diskusi kelompok, Pak Hasanudin mendatangi satu persatu kelompok untuk memantau pelaksanaan diskusi kelompok dan memberikan arahan jika ada kelompok yang mengalami kesulitan. Pak Hasan juga berkeliling memberikan penilaian pada apa yang dilakukan oleh masing- masing siswa dalam kelompoknya.

Setelah diskusi kelompok selesai dilaksanakan, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan diselingi oleh tanya jawab dan masukan dari kelompok lain.

Sepanjang proses belajar mengajar, seluruh siswa aktif mengikuti tahapan-tahapan proses pembelajaran yang disajikan dalam suasana menyenangkan dan diharapkan hasil akhir yang diperoleh yaitu pengembangan kompetensi problem solving, kreatif dalam memberikan gagasan, berkomunikasi dengan sesama anggota kelompok dan mempresentasikannya, kolaborasi dalam bentuk kerja tim yang merupakan kompetensi yang dibutuhkan di abad 21 dapat berkembang secara efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *