Karya ilmiah mengakomodir pengembangan kompetensi abad 21

Karya ilmiah mengakomodir pengembangan kompetensi abad 21

Oleh : Agus Purwanto (Kepala SMA Lazuardi)

Di SMA Lazuardi Karya ilmiah merupakan muatan lokal yang wajib diajarkan di kelas XI di jam intrakurikuler. Karya Ilmiah dilaksanakan dalam satu semester dan pengajarannya setiap minggu dengan bimbingan guru yang khusus memahami tekhnis pembuatan Karya Ilmiah. Guru pengampu pelajaran Karya Ilmiah akan memberikan pengetahuan mengenai pembuatan Karya Ilmiah dari tahap ke tahap sampai pembuatan karya ilmiah rampung dibuat oleh siswa.

Di minggu-minggu awal, seluruh siswa diminta memilih mata pelajaran yang sangat disukainya untuk dijadikan bahan penelitian. Setelah peserta didik memutuskan mata pelajaran yang delititi, selanjutnya guru pengampu membagi peserta didik ke guru pembimbing sesuai dengan mata pelajaran yang akan diteliti. Kemudian, peserta didik dan guru pembimbing bertemu untuk berdiskusi mengenai judul Karya Ilmiah yang layak untuk bisa dijadikan bahan penelitian lebih lanjut. Setelah judul Karya Ilmiah disepakati, biasanya akan ditunjukkan kepada Kepala Sekolah untuk diverifikasi apakah judulnya sudah layak untuk dilakukan penelitian. Layak yang dimaksud disini adalah tidak bernuansa SARA, ruang lingkupnya harus sesuai kemampuan siswa, tidak memiliki kecenderungan menjustifikasi kepada lembaga lain, tidak banyak menggunakan dana.

Guru Karya ilmiah mengajarkan cara membuat Karya Ilmiah dari bab ke bab di dalam pelajaran intrakurikuler. Guru pembimbing karya ilmiah memberikan bimbingan pada peserta didik yang dibimbingnya agar isi dari karya ilmiahnya tidak melenceng dari teori-teori pada mata pelajaran yang dipilihnya. Bahkan saat melakukan percobaan di laboratorium, kunjungan ke tempat yang akan diteliti atau saat menyebar angket harus berdasarkan arahan dari guru pembimbing karya ilmiah sampai pada penggarapan data penelitian melalui analisis data statistiknya. Setelah seluruh bab dalam Karya Ilmiah tuntas dikerjakan, selanjutnya diadakan sidang Karya Ilmiah yang waktunya sudah ditentukan oleh panitia penguji Karya ilmiah.

Sidang Karya Ilmiah merupakan saat-saat yang ditunggu sekaligus mendebarkan karena setiap siswa akan diuji oleh 3 guru tim penguji yang masing-masing memiliki tugas untuk memberikan berbagai pertanyaan sesuai dengan bidangnya. Peserta didik yang menggarap Karya Ilmiahnya secara serius dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, dalam sidang Karya Ilmiah tidak akan mengalami kendala yang berarti. Peserta didik semacam itu, biasanya akan mendapat masukan dari tim penguji untuk kesempurnaan Karya Ilmiahnya. Biasanya, peserta didik yang serius dalam menggarap Karya Ilmiahnya akan terpilih sebagai the best Karya Ilmiah yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan mengikutsertakan project Karya Ilmiahnya dalam lomba-lomba Karya Ilmiah baik di tingkat Nasional maupun internasional.

Berdasarkan paparan di atas dapat kita sampaikan bahwa pembuatan project Karya Ilmiah mengakomodir kompetensi yang tertuang dalam 21 st Century Skills. Kompetensi dalam 21 st Century Skills sering disebut dengan 4 C, yaitu Critical Thinking/ problem solving, Creativity, Communication, Collaboration. Pembuatan project Karya Ilmiah tentunya melibatkan critical thinking, problem solving, creativity, communication dan collaboration. Artinya, project Karya Ilmiah yang dibuat oleh siswa-siswi SMA Lazuardi sudah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di abad ke-21. Melalui kemampuan dalam membuat project Karya Ilmiah dapat meningkat kemampuan berfikir kritis, mampu menyelesaikan permasalahan secara mandiri dan atau bersama tim, menjadi peserta didika yang kreatif, mampu berkomunikasi dengan baik dan mempublish gagasan-gagasannya serta terbiasa berkolaborasi dalam mensukseskan tujuan individu maupun kelompok.

admin

We are the IT Men of Laz

Leave a Reply

Close Menu