Keputrian memberikan pembekalan kecakapan hidup (life skills) untuk siswi

Keputrian memberikan pembekalan kecakapan hidup (life skills) untuk siswi

Oleh : Agus Purwanto (Kepala SMA Lazuardi)

Setiap hari jum’at bertepatan waktunya dengan sholat Jum’at, siswi dibekali kegiatan untuk memberikan tambahan wawasan dan ketrampilan yang harus dimiliki siswi dalam bentuk kegiatan Keputrian. Kegiatan Keputrian berisi beragam aktifitas yang diperuntukan untuk para siswi, seperti Kriya, cookery, menjahit, fiqhun Nissa (Fiqih khusus untuk putri). Penambahan wawasan dan pembelan hidup melalui kegiatan Kriya, cookery, menjahit, fiqhun Nissa (Fiqih khusus untuk putri) sangat penting dan bermanfaat bagi para siswi, mengingat beberapa tahun ke depan akan menjadi seorang ibu rumah tangga.

Guru-guru putri secara bergiliran memberikan pengajaran dan pendidikan untuk para siswi di kegiatan Keputrian sesuai dengan kebutuhan siswi dan disesuaikan juga dengan penguasaan guru terhadap materi dan ketrampilan yang akan disampaikan dan diajarkan. Bahkan ada materi yang ditunggu-tunggu oleh para siswi yaitu bagaimana menjadi istri yang baik dan menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Biasanya jika temanya terkait dengan kehidupan rumah tangga, para siswi sangat bersemangat mengikuti sesi tersebut dan memberikan sekian banyak pertanyaan mengenai istri yang baik dan ibu yang baik, sehingga pelaksanaan keputrian bisa melebihi waktu yang sudah ditentukan.

Pada sesi materi Kriya, siswa diajarkan berbagai macam ketrampilan membuat karya-karya produktif terkait kriya dan pembekalan pengetahuan berwirausaha. Tujuannya, agar para siswi nantinya tidak hanya menggantungkan hidupnya kepada para suami, tetapi juga bisa menopang ekonomi keluarga melalui bisnis keluarga atau wirausaha.

Pada sesi cookery, siswa diajarkan beragam cara pembuatan menu makanan yang nantinya akan bermanfaat untuk disajikannya bagi keperluan makan suami dan anak-anaknya. Tidak menutup kemungkinan, melalui kegiatan cookery para siswi dapat mengembangkan kemampuannya memasak yang juga bisa dikembangkan menjadi bisnis keluarga melalui bisnis catering dan membuka kedai makanan. Pada sesi menjahit, siswi diajarkan membuat pola pakaian dan menjahit, memasang kancing, memperbaiki baju yang robek. Sesi menjahit inipun sangat bermanfaat untuk bekalnya saat berumah tangga dan memungkinkan juga bisa mengembangkan ketrampilan menjahitnya untuk membuka bisnis terkait dengan pembuatan pakaian dan membuka butik.

Pada sesi fiqhun nissa (Fiqih yang diperuntukan kaum putri) diajarkan oleh guru putri yang mengerti hukum-hukum agama terkait khusus kaum putri. Fiqhun Nissa (Fiqih untuk kaum Putri) sengaja disampaikan di kegiatan keputrian karena sangat tidak etis jika hal-hal yang menyangkut fiqih putri disampaikan di kegiatan intrakurikuler yang juga dihadiri oleh para siswa (laki-laki).

admin

We are the IT Men of Laz

Leave a Reply

Close Menu