Lazuardi Festival, 2019, Sigar Topeng Satwika

Lazuardi Festival, atau yang lebih dikenal dengan Lazfest merupakan acara yang diselenggarakan tiap tahunnya di SMA Lazuardi Global Compassionate School. Dalam acara ini, kelas 11 mendapatkan kesempatan untuk menjadi panitia untuk mengatur berjalannya Lazfest. Dengan demikian, acara yang diselenggarakan tiap tahunnya ini bertujuan untuk membangun sikap tanggung jawab, bekerja sama serta solidaritas tinggi dari setiap individunya.

Setiap tahunnya acara ini diselenggarakan dengan mengangkat tema yang berbeda. Tema-tema yang diangkat merupakan ide-ide kreatif yang diperoleh dari siswa/i SMA Lazuardi. Tahun 2019 ini, Lazuardi Festival mengangkat tema “Sigar Topeng Satwika”. Dengan penjelasan “Sigar” diambil dari bahasa Jawa yang artinya membelah, “Topeng” yang artinya penutup wajah, dan “Satwika” diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya menyatukan budi dan jiwa. Tema ini diangkat berdasarkan landasan SMA Lazuardi, yaitu sekolah yang compassionate atau welas asih. Menerima perbedaan yang ada dan mengembangkan sikap toleransi merupakan salah satu aksi nyata dari sifat compassionate.

Selain dengan tema yang berbeda, tiap tahunnya acara ini memiliki ciri khas nya masing-masing. Tahun ini, panitia memilih untuk menciptakan theme song dengan judul “Sigar Topengmu”. Pesan untuk menghargai perbedaan dapat tersurat dalam lirik lagu tersebut yaitu “Perbedaan itu bukan masalah, perbedaan takkan pisahkan kita. Tuangkan warnamu, kerahkan semangatmu. Tunjukkan bakatmu, sigar topengmu.

Lazuardi Festival sendiri selalu mengadakan lomba-lomba yang mengasah kemampuan akademik maupun non akademik, dan selalu mengundang sekolah-sekolah lain untuk bisa bertanding dan meramaikan acara. Tahun ini, ada berbagai macam lomba yang diadakan, yaitu Basket, Futsal, Ratoeh Jaroe, Tahfidz, Fotografi, Short Movie, Cerdas Cermat Islam, ABK, Taekwondo, dan Band.

Selain cabang perlombaan, Lazuardi Festival juga mengadakan Workshop Bahasa

Isyarat dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (PUSBISINDO) yang dilaksanakan pada Hari Selasa,

19 Februari 2019 dengan tamu dari PUSBISINDO yaitu Ibu Dhita Indriyanti.

Workshop Bahasa Isyarat memiliki arti bahwa sebagai anak-anak tuli, mereka pun juga

membutuhkan suatu tempat untuk berkumpul dan bersosialisasi bukan hanya kepada anak tuli

lainnya, namun juga terhadap anak yang memiliki pendengaran yang normal. Maka dari itu, kita

membutuhkan sebuah bahasa yang bisa digunakan untuk bersosialisasi baik kepada anak tuli

maupun tidak. Yaitu Bahasa isyarat yang di mana bahasa tersebut bukan hanya dipahami oleh

anak tuli saja, namun juga bisa dimengerti, dipelajari, dan dipahami dengan baik.

 Selain itu Lazuardi juga mengadakan acara social berupa pengobatan gratis untuk warga sekitar sekolah selama 3 hari dan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia kota Depok.

 Tak hanya theme song yang menjadi hasil karya panitia Lazuardi Festival tahun ini, tetapi juga adanya sebuah penampilan yang mengkisahkan sebuah cerita melalui gerak tarian yang diberi judul Sendratari Pancarona. Kata ‘pancarona’ merujuk pada unsur yang ada dalam kisah ini, yaitu beragam warna. Penampilan ini menceritakan tentang seorang gadis yang dianggap berbeda dengan orang lain. Ketika semua orang memiliki warnanya masing-masing, gadis ini justru mempunyai banyak warna pada dirinya. Hal ini membuatnya terkucilkan dan harus belajar berdamai dengan dirinya sendiri agar bisa menerima keadaannya yang sebenarnya lebih indah dari yang ia kira.

Pembuatan acara ini dimulai bersama-sama, dan di akhir pun harus diselesaikan bersama-sama dengan cara yang menyenangkan. Dengan diujinya kerja sama serta solidaritas angkatan selama persiapan acara yang berlangsung selama berbulan-bulan, acara ini akan ditutup dengan adanya tari kolossal seluruh siswa/i kelas 11 yang menari bersama diiringi theme song Sigar Topengmu.

Selama berjalannya Lazuardi Festival 2019, kami berbagi beban, tawa, dan tantangan dalam

menghadapi berbagai kendala hingga lazuardi Festival berakhir dengan lancar berkat kerja

keras kita dan tentunya juga berkat bantuan dari Guru, Karyawan, dan Masyarakat SMA

Lazuardi GCS sehingga Lazuardi Festival 2019 berakhir  sukses . (Fia & Arsa).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *