Lazuardi menjadi sekolah model pengembangan pendidikan dan penerapan pembelajaran berbasis STEM

Oleh: Agus Purwanto (Kep Sek SMA Lazuardi)

Kemarin saya memperoleh keberkahan lagi dengan berbagi pengetahuan untuk teman teman pendidik di Bekasi yang diadakan di salah satu kampus Sekolah Tinggi di Rawalumbu Bekasi.

Saat datang disambut oleh para panitia dengan sangat ramah dan baik. Kami banyak berbincang mengenai profesi pendidik dan rasa syukur yang besar karena ditakdirkan oleh Tuhan sebagai pendidik.

Acara dimulai oleh beberapa sambutan, mulai dari Ketua Panitia, Kepala Sekolah penyelenggara, dan diakhiri oleh sambutan dari Pengawas Sekolah kota Bekasi. Senang sekali mendengar sambutan dari mereka yang memiliki banyak idealisme untuk memajukan pendidikan di sekolahnya dan secara umum pendidikan di kota Bekasi.

Selesai sambutan, saya duduk berdampingan dengan pengawas sekolah sambil berkenalan dan bercerita mengenai sistem pendidikan khususnya di Provinsi Jawa Barat. Ada hal yang menarik yang membuat saya sangat bersyukur, beliau menyampaikan bahwa kemarin beliau baru saja menghadiri pertemuan para pengawas di kota Bandung. Pemberi materi menyebutkan beberapa sekolah yang menjadi sekolah contoh bagi pengembangan pendidikan, salah satu yang disebutkan adalah SMA Lazuardi yang sering disebut sebagai sekolah contoh pengembangan pendidikan dan sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran berbasis STEM. Saya terus bersholawat mendengarkan informasi dari beliau. Di akhir pembicaraan, beliau pamit untuk meninggalkan tempat pertemuan dan beberapa kali berpesan agar saya menularkan pengetahuan-pengetahuannya untuk pengembangan pendidikan di kota Bekasi. Saya menyampaikan kesediaannya untuk terus berbagi kepada teman teman pendidik bagi pengembangan pendidikan secara nasional.

Selanjutnya, giliran saya menyampaikan materi mengenai pembelajaran berbasis STEM dan pembuatan RPP berdasarkan STEM. Dalam pelaksanaa In House Training tersebut, saya awali dengan memberikan motivasi kepada para pendidik mengenai profesinya yang sangat mulia bahkan ada yang mengatakan bahwa profesi guru mengambil setengah dari apa yang dilakukan oleh Rasulullah yaitu mengajar. Bahkan dalam surat Al ‘Alaq ayat 4 & 5 disebutkan secara jelas bahwa Allah swt pun mengajar. Surat Al Alaq ayat 4 :
“Yang mengajarkan (manusia) dengan pena” dan ayat 5 : “Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Artinya, profesi pendidik adalah profesi yang sangat mulia. Jika pendidik masuk syurga, maka masuk syurganya dengan telak. Oleh karena itu, sebagai pendidik harus melaksakan amanah yang sangat mulia ini dengan sebaik-baiknya. Peserta In House Training mendengar motivasi saya dengan khusyuk dan beberapa kali menyampaikan kata. Aamiin. Mungkin bentuk dari persetujuannya atas apa yang saya sampaikan.

Berikutnya, masuk ke materi pembelajaran berbasis STEM , yakni inegrasi Sains, Technology, Enggineering, Math. STEM bertujuan untuk mengantarkan para siswa eksis mempersiapkan dirinya di era Revolusi Industri 4.0 yang juga disebut sebagai Revolusi Industri Digital. Saya menayangkan video yang memberikan gambaran jelas mengenai masa depan dunia yang dikuasai oleh Technology Digital. Selesai menonton video tersebut, para pendidik bertepuk tangan dan seperti terpana dengan kecanggihan teknologi digital yang akan hadir beberapa tahun mendatang.

Guru-guru dan siswa punya gap generasi. Guru-guru banyak dilahirkan di generasi X yang disebut sebagai digital migration, sementara siswa dilahirkan di generasi Z bahkan generasi mileniak yang disebut sebagai native digital atau penduduk asli digital. Artinya, selama ini kita banyak mengajarkan sesuatu yang tidak dibutuhkan oleh para generasi Z dan milenial karena kita mengajarkan pendekatan pengajaran yang tradisional.

Pembelajaran berbasis STEM diharapkan menjadi solusi bagi kesenjangan ini agar anak-anak dipacu kompetensinya agar terbangun skill yang dibutuhkan di abad 21, yakni pengembangan Literasi (Membaca, berhitung , ICT, financial, Kewarganegaraan) Kompetensi (Critical thinking/problem solving, Creativity, Communication, Collaboration) dan Karakter (Curiousity, Inisiative, Adaptabikity, Leadership, Culture, Religius, Kemandirian, Gotong Royong, Nasionalisme, Integritas).

Kemudian saya menayangkan beberapa video untuk memberikan inspirasi dan gambaran yang jelas mengenai pendekatan pembelajaran yang biasa digunakan dalam pembelajaran berbasis STEM , yaitu Enggineering Design Proces, Design Thinking, Project Based Learning, Problem Based Learning, Inquiry Based Learning dan model 5E.

Terakhir, para guru diajarkan mengenai pembuatan RPP berdasarkan STEM yang tidak banyak berbeda dengan RPP Kurikulum 2013. Hanya ada sedikit perbedaan dalam Indikator Pencapaian Kompetensi yang harus mengakomodir Sains, Technology, Enggineering, Math (STEM). Kemudian muncul analisis STEM, dan ada juga penambahan point desain pembelajaran yang menggunakan salah satu pendekatan yang biasa dipergunakan dalam pembelajaran berbasis STEAM.

Alhamdulillah In House Training berjalan dengan baik. Semoga memuaskan teman-teman pendidik. Ketua panitia menyampaikan ucapan trima kasih karena sudah dapat pengetahuan baru mengenai STEM dan mendapatkan banyak motivasi untuk meniru apa yang sudah dilakukan SMA Lazuardi. Tepuk tangan dari para peserta menutup sesi .
In House Training ini.
Kondisi seperti ini sangat membahagiakan hati dan semoga Allah SWT memberikan ridhoNya para apa yang sudah kami lakukan ini dan semoga dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin ya Robbal ‘alamin.

admin

We are the IT Men of Laz

Leave a Reply

Close Menu