Lulus Bisa, Survive Belum Tentu!

Lulus Bisa, Survive Belum Tentu!

Kamis kemarin, perwakilan siswa kelas XII mengikuti kegiatan motivasi UN bersama perwakilan 27 SMA lain di Depok dalam komunitas FKSS (Forum Komunikasi Kepala Sekolah).

Tak seperti pada kegiatan motivasi UN pada umumnya, kemarin anak-anak dibuat enjoy sekali, duduk di aula selama 4 jam tanpa protes bersama psikolog plus motivator keren yang bernama Kak Rio, dari lembaga MC2.

Apa sih yang ka Rio sampaikan dalam motivasinya untuk anak kelas XII?

Diawali dengan kalimat “Harap Senang Ini cuma Ujian” dan juga poster bertuliskan “Lulus Bisa, Survive Belum Tentu”, Kak Rio menyampaikan ke anak-anak, bahwa santai saja dalam menghadapi UN, walaupun tetap harus serius.

Kenapa harus santai? Karena UN itu bukan ujian terakhir buat anak-anak kelas XII, akan ada ujian-ujian berikutnya yang lebih berat. Karena itu kita harus bahagia, apalagi saat ujian.

Mengapa harus bahagia? Karena otakmu lebih mudah menghafal dan memahami pelajaran saat sedang bahagia.

Tugasmu bukan mengkomplain guru, tapi bagaimana membuat guru yang kurang menyenangkan tetap membuat kita bahagia. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa ternyata senyuman dan kebahagiaan kita bisa memperpanjang usia.

Karena itu menjelang ujian, tubuh kita harus disupport dengan hormon bahagia.

Ketika kita bahagia, tubuh akan mengeluarkan hormon bahagia yaitu:

  1. Endorfin (penghilang stres & pereda sakit)
  2. Dopamin (booster), kalau kita menyukai sesuatu, energi kita akan menjadi lebih besar
  3. Oksitosin (cepat paham dengan apa yang dipelajari)

Sebaliknya kalau kita tidak bahagia, maka yang muncul adalah hormon kortisol, yang biasanya ditandai dengan sakit perut, demam, dll yang berefek pada penurunan kalsium, dan akhirnya akan menyebabkan osteoporosis dan penyakit lainnya.

Hai remaja, jangan tua sebelum waktunya. Jangan merasa cuma kamu yang paling banyak masalah dan mengalami ujian.

READ  Laznews September 2018

Karena itu kita harus ikhlas menghadapi setiap ujian hidup, tidak hanya ujian nasional. Ujian itu mengikuti strata level kehidupan kita. Kalau ujian kita gampang, itu berarti menodai kehormatan kita. Makin tinggi bebannya, makin tinggi kualitas hidupnya.

Yang berhasil adalah mereka yang berproses. Lelah di persiapan lebih baik daripada lelah di penyesalan.

Menang itu bukan level paling tinggi, tapi tenang itu paling penting. Untuk menjadi tenang, kita harus jujur.

Selama kita jujur, maka kita akan percaya diri. Karena itu laksanakanlah ujian dengan jujur dan menanglah dengan terhormat, tanpa merendahkan dan merugikan orang lain.

Seorang juara tak mungkin meninggalkan arena pertandingannya. Meskipun tak membawa piala, namun mentalnya tak menyerah pada keadaan.

Jangan pikirkan hasil akhir, tugasmu adalah bergerak dari awal, jujur, ikhtiar dan biarkan Allah yang menentukan hasilnya.

Selamat menjalani proses ujianmu, tidak hanya ujian nasional, agar kamu survive dalam kehidupanmu. (Angraini)

admin

We are the IT Men of Laz

Leave a Reply

Close Menu