Mengajar matematika dengan Topik Persamaan Linier

Oleh : Agus Purwanto (Kep Sek SMA Lazuardi)

Beberapa hari lalu pak Deni Irawan, guru matematika mendatangi saya untuk melakukan diskusi Lesson plan (Rencana Pembelajaran). Diskusi Lesson Plan merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh guru-guru setiap minggunya agar skenario pembelajaran lebih menarik dan konstekstual. Selain itu agar anak bisa memahami keabstrakan matematika melalui contoh-contoh nyata dan bermakna.

Topik pelajaran kali ini adalah persamaan linier dua dan tiga variabel.
Di pertemua awal, Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberikan modal untuk membeli 2 jenis barang di koperasi. Setelah barang tersebut dibeli, mereka menentukan mana barang-barang yang masuk kategori komponen X dan Y. Setelah itu kelompok mengkonversinya menjadi persamaan linier dan menyampaikan hasil persamaan liniernya kepada teman-temannya.

Di pertemuan kedua, siswa dibagi lagi ke dalam 4 kelompok. Kelompok 1 dan 2 ditempatkan di perpustakaan untuk mengidentifikasi buku yang masuk kategori novel, buku populer dan buku agama.
Mereka ditugasi mengkonversinya ke dalam persamaan linier 3 variabel. Kelompok yang lain ditugasi mendata buku -buku apa saja yang biasa dipinjam oleh siswa. Kelompok tersebut juga mengkonversi nya ke dalam persamaan linier 3 variabel.

Kelompok 3 dan 4 ditempatkan di ruang parkir untuk mendata motor merk apa saja yang biasa dipergunakan oleh siswa dan guru. Merekapun diminta mengkonversi data hasil temuannya ke dalam persamaan linier 3 variabel. Setelah selesai, setiap kelompok menginformasikan hasil konversi persamaan linier 3 variabel kepada teman-temannya.

Setelah seluruh kelompok selesai mengkomunikasikan hasil kerja kelompoknya, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh guru adalah memberikan penjelasan dan melakukan koreksi dari hasil kerja masing-masing kelompok berdasarkan teori persamaan linier yang sebenarnya.

Pertemuan ketiga, guru memberikan permasalahan riil kepada masing-masing kelompok untuk dibahas menggunakan teori persamaa linier. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kerjanya kepada kelompok lain untuk dikritisi kesempurnaan hasil kerjanya.

Seluruh pembelajaran dilakukan dengan riang gembira dan terbangun critical thinking, problem solving, communication dan collaboration yang sesuai dengan kompetensi yang sesuai 21 st Century Skills.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *