MENINDAKLANJUTI HARAPAN MAS MENTERI UNTUK MERINGANKAN BEBAN KERJA GURU

MENINDAKLANJUTI HARAPAN MAS MENTERI UNTUK MERINGANKAN BEBAN KERJA GURU

Oleh: Agus Purwanto (Kepala SMA Lazuardi)

Direktorat PSMA tanggal 26 – 29 November 2019 mengundang 125 orang di Hotel Katulampa Bogor. Mereka terdiri dari unsur Pemerintah (Direktorat PSMA dan  Puspendik), Kepala Sekolah Negeri dan Swasta, guru-guru dari perwakilan Sabang sampai Merauke. Saya dari SMA Lazuardi mewakili Provinsi Jawa Barat dan menjadi salah satu pembahas materi Implementasi Rapor Karakter SMA.

Kegiatan tersebut dibuka oleh  Drs Purwadi Sutanto, M.Si selaku Direktur Direktorat PSMA yang mengutip harapan Mas Menteri  bahwa guru sebaiknya tidak dibebani oleh beban administrasi, agar waktu dan tenaganya dapat dipergunakan untuk  memaksimalkan proses pembelajaran di kelas dengan menguatkan pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam mengemukakan ide atau gagasan serta melakukan tugas pendidik dalam menumbuhkan karakter siswa. Hal keadministrasian guru yang dianggap memberatkan diantaranya pembuatan RPP yang berlembar-lembar dan proses penilaian yang juga dilakukan berlembar-lembar halaman, untuk selanjutnya diharapkan tidak lagi membebani guru sehingga guru dapat lebih fokus pada pengembangan inovasi pembelajaran. Selain itu pak Purwadi juga memberikan beberapa tambahan gagasan sebagai berikut: Pertama,Raport Pendidikan Karakter di SMA sangat penting untuk membentuk peserta didik yang memiliki attitude yang baik. Kedua, Bentuk penilaian dalam pembelajaran mampu memanfaatkan teknologi yang ada dan harus selaras dengan penilaian peserta didik dalam bentuk e-raport. Ketiga, Menyelesaikan solusi proses pembelajaran di sekolah sesuai dengan Permendikbud No 21, 22, 23, 24 tahun 2016. Keempat, Pemerataan guru harus memperhatikan pada kompetensi yang dimilikinya termasuk kompetensi teknologi supaya dapat meningkatkan proses pada pengetahuan, karakter dan inovasi sesuai dengan standar kompetensi.

Workshop diperkaya oleh beberapa Nara Sumber yang lebih fokus pembahasannya pada Pendidikan Karakter.

Moch. Abduh, Ph.D selaku Kepala Puspendik mengutip penyataan Presiden Joko Widodo: ”Pendidikan Karakter harus terus diajarkan dan diajarkan pada siswa seperti nilai kasih sayang, keteladanan, perilaku moralitas, kebhinekaan”. Beliau mengatakan bahwa Penguatan Pendidikan karakter bertujuan menanamkan nilai-nilai dan mengembangkan sikap yang melibatkan seluruh warga sekolah. Penilaian Karakter tidak dimaksudkan untuk memberi nilai terhadap karakter peserta didik, namun untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan karakter peserta didik. Beliau mengutip teori cermin dari Charles Horton Cole :  “Anak akan berperilaku sebagaimana ia dilihat oleh orang lain”. Guru harus mendorong untuk terjadinya positive deviance.

Ir. Hendraman, M.Sc, Ph.D, selaku Kepala pusat statistik dan sinkronisasi pusat kebijakan menyampaikam, hari ini saatnya kita merefleksikan konteks penilaian karakter dalam tataran formal yang tidak memberatkan. Beliau meminta audiens untuk mencermati peraturan pemerintah, apa yang perlu di revisi, sampaikan dan memotong semua regulasi yang menghambat. 

Dr. Saud Panjaitan dari BSNP menyampaikan bahwa amanat Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Generasi emas 2045 diharapkan sebagai generasi yg mencerminkan dirinya sebagai sumberdaya manusia unggul yaitu generasi terdidik yang memiliki segenap kompetensi yang dibutuhkan.

Arah Kompetensi Pendidikan Generasi Emas 2045 yaitu :

1.Kompetensi dasar : spiritual, kewarganegaraan, berbasis literasi ilmu pengetahuan (literasi sain, literasi teknologi, literasi engineering, literasi seni, literasi Bahasa), belajar untuk belajar (belajar terus)

2.Kompetensi terintegrasi: kompetensi untuk hidup (fisiologis, rasa aman, psikologis), kehidupan     (bermasyarakat, berbangsa dan bernegara), penghidupan (human capital, natural capital, financial capital).

Arahan yang disampaikan oleh Direktur Direktorat PSMA dan para Nara Sumber  kemudian diterjemahkan oleh panitia pelaksana dari Direktorat PSMA untuk melakukan review terhadap beberapa regulasi Pemerintah yang dianggap memberatkan bagi para guru. Tujuan nya adalah guru lebih fokus memberikan layanan pengajaran dan pendidikan yang baik bagi siswa tanpa dilelahkan oleh hal hal yang bersifat administratif. Workshop dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok 1 mereview regulasi terkait Standar isi dan SKL, Kelompok 2 mereview regulasi terkait  Standar Proses,  Kelompok 3 mereview regulasi pendidikan karakter dan panduan penilaian Implementasi Pendidikan Karakter, Kelompok 4 mereview regulasi terkait Standar Penilaian.

Dalam kerja kelompok, masing-masing kelompok dibimbing oleh pembahas. Pembahas mengarahkan agar setiap kelompok mengkritisi terkait regulasi yang memberatkan guru, menetapkan potensi masalah dari regulasi-regulasi tersebut dan terakhir memberikan rekomendasi bagi perubahan maupun pemangkasan regulasi tersebut. Peserta diskusi kelompok nampak sangat antusias dengan berbagai macam masukan dan kritikan. Diskusi kelompok dilakukan 1 hari penuh. Di hari terakhir dilakukan rapat pleno dimana masing masing kelompok memaparkan hasil masukan dari kelompoknya yang diwakili oleh Ketua kelompok. Masukan dari setiap kelompok tersebut akan dibawa oleh panitia dari Direktorat PSMA ke Kementrian agar ditindaklanjuti.

Berikut daftar kelompok beserta pembahasnya serta materi yang dibahas :

KELOMPOK A :

Pembahas :

1.Rita Hastuti, M.Pd (SMAN 8 Jakarta),

2.Dr. Neng Nurhemah, M.Pd (SMAN 2 Tangerang Selatan).

Materi yang dibahas:

1.Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas

2.Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang  Guru dan Dosen

3.Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang SNP

4.Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru

5.Permenpan RB No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsi Guru

6.Permendikbud  No. 20 Tentang SKL

7.Permendikbud No.75  Tahun 2016 tentang Komite sekolah

8.Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Tentang Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah

9.Permendikbud No. 6 tahun 2019 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

KELOMPOK B :

Pembahas :

1.Irwansyah, S.Pd, M.Pd.I. (SMAN 11 Jambi),

2.Iksan Cahyana, S.Pd (SMAN 6 Bogor),

3.Cucu Risa Asmarani, M.Pd (SMAN 1 Karawang)

Materi yang dibahas :

1.Permendikbud No 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi

2.Permendikbud No 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses

3.Permendikbud No 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian

4.Permendikbud No 24 Tahun 2016 tentang KI-KD

5.Permendikbud No 37 Tahun 2018tentang KI-KD

Pembahas Kelompok C :

Pembahas :

1.Drs. Agus Purwanto, M.Pd (SMA Lazuardi GCS),

2.Bagus Sulasmono, M.Si (SMA Hellomotion Tangerang Selatan)

Materi yang dibahas:

1.Permendikbud No 23 Tahun 2015 tentang Budi Pekerti

2.Permendikbud No 20 Tahun 2018 tentang PPK

3.Panduan Penilaian Karakter

4.Draft Raport Akademik dan Raport Karakter.

KELOMPOK D :

 Pembahas :

1.Iwan Suyawan, M.Pd  (SMAN 48 Jakarta),

2.Asep Hendarsyah,M.Pd (SMAN 1 Cikembar)

Materi yang dibahas :

1.Permendikbud No 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian

2.Permendikbud No 53 tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan

3.Panduan Penilaian SMA

 

Semoga Allah SWT mencatat sebagai pahala dan semoga memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Aamiin.

This slideshow requires JavaScript.

admin

We are the IT Men of Laz

Leave a Reply

Close Menu