Pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan metode wawancara

Pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan metode wawancara

Oleh : Agus Purwanto (Kepala SMA Lazuardi)

Pagi ini saat saya sedang mengecek beberapa file di lap top, datang seorang guru ke ruangan menyampaikan bahwa ada siswa yang ingin wawancara. Saya menemui siswa tersebut dan menawarkan tempat yang nyaman bagi mereka untuk melakukan wawancara. Mereka memutuskan mewawancarai saya di selasar Ruang guru dan duduk di lantai dengan rileks dan nyaman.

Saya menanyakan maksud dan tujuan melakukan wawancara. Ternyata wawancara ini merupakan salah satu dari metode pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan topik Novel Sejarah Indonesia. Siswa mewawancarai saya mengenai pengalaman hidup sejak kecil sampai saat ini. Hasil wawancara akan dijadikan bahan bagi siswa untuk dijadikan cerita sejarah mengenai pengalaman hidup saya sejak kecil sampai saat ini. Selain saya, ternyata guru lainpun dan beberapa karyawan juga diwawancara oleh kelompok siswa yang berbeda.

Penggunaan metode mengajar seperti ini memberikan manfaat yang besar karena proses pembelajaran dilakukan dalam suasana menyenangkan. Nampak sekali antusiasme mereka dalam mewawancarai para guru dengan mencatat apa yang disampaikan oleh guru, sesekali terlihat canda tawa antara siswa dengan guru yang diwawancarai. Selain tercipta suasana belajar yang menyenangkan, ada manfaat lain yakni terus terbangun keakraban antara siswa dengan para guru dan karyawan yang mereka wawancarai.

Metode wawancara ini juga meningkatkan kemampuan komunikasi siswa karena mereka harus aktif mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang akan digali dari para guru dan karyawan. Selain itu juga meningkatkan kemampuan berfikir kritis (critical thinking) melalui kecanggihannya bertanya dan menggali pengalaman hidup para guru. Tanpa critical thinking maka tidak semua informasi mengenai pengalaman hidup guru dan karyawan dapat tergali seperti apa yang diharapkan oleh mereka.

Setelah wawancara dengan guru dan karyawan selesai dilakukan, pada pertemuan berikutnya, siswa akan diminta untuk membuat cerita sejarah dari ‘tokoh’ dalam hal ini guru dan karyawan yang sudah mereka wawancari.

admin

We are the IT Men of Laz

Leave a Reply

Close Menu