Penguatan Pendidikan Karakter melalui semangat berqurban

Oleh: Agus Purwanto (Kepala SMA Lazuardi)

Kepanitiaan Idul Qurban dibentuk seminggu sebelum pelaksanaan idul qurban karena pelaksanaan idul Qurban tahun ini sangat berdekatan dengan awal masuk tahun ajaran baru. Saat masuk tahun ajaran baru, guru-guru sudah langsung menangani kls XII mengikuti kegiatan In Field Camp, yaitu kegiatan life Skills dengan mengirim siswa ke suatu desa dan dititipkan di induk semang selama seminggu dengan melaksanakan aktivitas harian yang dilaksanakan oleh induk semangnya. Selain itu guru-guru juga harus mempersiapkan dan melaksanakan Lazuardi Training Program (LTP) untuk Kls X. Kedua hal itu merupakan salah satu alasan lambatnya terbentuk kepanitiaan idul Adha.

Setelah terbentuk kepanitiaan, selanjutnya menyebar surat informasi tawaran berqurban di sekolah dengan harap-harap cemas dikarenakan waktunya berdekatan dengan awal masuk di tahun ajaran baru tentunya banyak uang yang keluar terkait daftar ulang dan membeli perlengkapan sekolah anak-anaknya. Namun, kami tetap harus mencoba apapun hasilnya. Berbagai strategi kami kerahkan, mulai dari mengirimkan surat tawaran kepada orang tua siswa untuk berqurban di sekolah, bekerja sama dengan pengurus OSIS untuk menghubungi orang tua yang potensial untuk berqurban di sekolah, mengerahkan wali kelas untuk memotivasi kelasnya agar berpartisipasi, bahkan guru-gurupun ikut juga berpartisipasi untuk menambah jumlah hewan qurban.

Setelah surat informasi qurban diedarkan, Alhamdulillah ada 2 orang tua siswa yang langsung mentransfer sejumlah uang untuk membeli hewan qurban kambing. Namun dalam beberapa hari ke depan, jumlahnya tidak bergerak. Akhirnya, di rapat guru sekitar 4 hari setelah surat diedarkan, Direktur Sekolah memancing keberkahan dengan juga ikut berqurban. Sambil rapat guru, Bu Direktur menghubungi pengurus Yayasan dan sejumlah orang tua siswa maupun orang tua para alumni agar mau berkorban di sekolah. Alhamdulillah dalam waktu singkat beberapa orang tua siswa dan orang tua siswa alumni langsung mentransfer sejumlah uang untuk dibelikan hewan qurban.

Esoknya jumlah Shohibul qurban makin bertambah jumlahnya seperti apa yang diharapkan. Yang menggembirakan lagi adalah semangat berqurban para siswa dengan berkomitmen di tiap kelasnya ikut urunan membeli hewan qurban. Semangat seperti ini patut kita hargai dan acungi jempol karena sejak dini mereka sudah mencoba dan belajar menyisihkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada orang lain dalam bentuk urunan untuk membeli hewan qurban. Alhamdulillah terkumpullah beberapa ekor sapi dan kambing sesuai dengan harapan kita semua.

Semoga apa yang peserta didik lakukan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan nilai religius mereka dan meningkatkan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT seperti yang tertuang dalam firman Allah SWT QS. Al-Kausar 108, Ayat 2 :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَا نْحَرْ ۗ
fa sholli lirobbika wan-har

“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

Di Pagi hari saat pelaksanaan idul Qurban, seluruh guru dan siswa kelas X & XI dibriefing oleh Kepala Sekolah dan Waka Kesiswaan mengenai pelaksanaan pemotongan hewan Qurban. Dalam briefing itu disampaikan beberapa hal diantaranya adalah seluruh siswa harus proaktif membantu kepanitiaan, proses pembungkusan daging qurban, dan proses pendistribusian daging qurban kepada masyarakat sekitar.

Ada yang menarik pada Qurban kali ini yaitu pengepakan daging qurban tidak menggunakan plastik, tetapi menggunakan daun jati yang tersedia banyak di sekolah karena ditumbuhi oleh beberapa pohon jati. Selain itu sudah sejak lama, sekolah mencanangkan sebagai sekolah berwawasan lingkungan yang menghindari plastik sebagai wadah makanan dan minuman. Termasuk dalam program pemotongan hewan qurban berusaha untuk ramah lingkungan dengan tidak menggunakan plastik sebagai wadah tempat daging qurban.

Hal lain yang juga berbeda dari tahun sebelumnya adalah dengan mengantarkan daging qurban langsung ke masyarakat. Sebagian siswa dikerahkan untuk ikut mengantarkan langsung daging qurban tersebut ke rumah-rumah masyarakat yang letaknya dekat dengan lingkungan sekolah. Hal ini makin mendekatkan para peserta didik kepada masyarakat dan tentunya akan makin menjalin hubungan baik antara sekolah dan masyarakat.

Semoga apa yang dilakukan pada hari itu memberikan hikmah bagi siswa untuk memiliki semangat berqurban agar meningkatkan nilai religius bagi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) peserta didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *