Peningkatan Pendidikan Karakter melalui Peringatan Tahun Baru Islam

Oleh : Agus Purwanto (Kepala SMA Lazuardi)

Pagi ini melihat dekorasi ruang aula yang sudah tertata sangat menarik dengan beberapa hiasan pohon, karpet yang menutupi hampir seluruh ruang dan spanduk bertuliskan Peringatan Tahun Baru Islam. Beberapa menit kemudian, datang guru-guru dan para siswa menuju aula dengan menggunakan baju Koko putih dan celana gelap yang menjadikan aula terang oleh warna putih. Setelah seluruh guru dan siswa berkumpul di aula, pak Siswo mendapat tugas sebagai MC membuka acara peringatan Tahun Baru Islam dengan beberapa candaan yang membuat suasana di aula menjadi lebih hangat. Pal Siswo juga memberi komando kepada seluruh audience untuk memulai acara dengan membaca Ummul Qur’an.

Selanjutnya Ust Dede Jerry bersama dua siswa yakni M. Naqi Al Hadi dan Fayyaz Maulana yang dilakukan secara bersamaan dengan suara merdu dan serasi. Mereka membaca Firman Allah SWT surat Maryam ayat 16 :

وَا ذْكُرْ فِى الْـكِتٰبِ مَرْيَمَ ۘ اِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ اَهْلِهَا مَكَا نًا شَرْقِيًّا ۙ
wazkur fil-kitaabi maryam, izintabazat min ahlihaa makaanan syarqiyyaa
“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis),”

Dilanjutkan dengan membaca surat Al Baqarah ayat 147 – 148.:

اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ
al-haqqu mir robbika fa laa takuunanna minal-mumtariin
“Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (Ayat 147)

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِ ۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
wa likulliw wij-hatun huwa muwalliihaa fastabiqul-khoiroot, aina maa takuunuu ya`ti bikumullohu jamii’aa, innalloha ‘alaa kulli syai`ing qodiir
“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Ayat 148)

Kemudian dilanjutkan pembacaan Maulid dipimpin oleh Ust Dede Jerry bersama 4 orang siswa yaitu Charisma, Muhammad Nagi, Abdurrahman Sammy dan Muchsin Salim. Mereka membawakan bacaan Maulid dengan sangat baik, lancar dan kompak. Setelah itu dilanjutkan pembacaan do’a Maulid yang dipimpin oleh Habib Haekal Husein Alaydrus.

Sebelum penceramah maju ke podium, dibuka terlebih dahulu oleh performance kls X yang membawakan 2 buah lagu yaitu Kun Anta dan Maulana yang dinyanyikan oleh Haekal (Gitar), Yasser (Cahoon), Rahmat (Saxophone), Aya Maulida dan Zahra Mutiara (Vokal).

Penceramah pada peringatan Tahun Baru Islam bernama Dr. Umar Ibrahim yang merupakan dosen S2 dan S3 di UN Jakarta. Beliau membawakan tema Hijrah.

Apa makna Hirah ?
Beliau menyampaikan bahwa banyak orang bicara mengenai Hijrah tetapi banyak diantara mereka yang tidak memahami maknanya. Seorang ahli semantik dari Rusia bernama Kurzipski mengatakan : “sebuah istilah atau kata-kata jika dipahami salah maka yang membaca akan memahami salah tanpa tau bahwa dia salah”. Hijrah identik dengan berubah, berubah identik dengan tantangan. Sekolah yang baik bukanlah sekolah yang hanya mengandalkan fasilitas, namun yang dikatakan sekolah yang baik adalah sekolah yang selalu mengalami perubahan dan di dalamnya ada tantangan-tantangan. Negeri ini diawali oleh perintis yang biasanya bijaksana dan hidup dengan tantangan. Alhamdulillah berkat uapaya mereka dan berkah dari Allah swt bangsa ini dapat meraih kemerdekaan. Oleh karena itu Jika dapat tantangan berat maka harus mengucapkan Alhamdulillah, jangan menggerutu.

Merdeka berasal dari bahasa Sansekerta. Kata merdeka berasal dari kata Mahardik kemudian berkembanga menjadi Mahardika, setelah itu berubah menjadi Merdeka. Merdeka sama artinya dengan kesempurnaan yaitu ingin menjadikan bumi Indonesia menjadi hal yang sempurna.
Hijrah berasal dari bahasa Arab yaitu Hajaroh yang artinya memutus dan mengencangkan. Hijrah mengandung arti memutus hubungan dengan tradisi apapun menuju tempat yang lebih baik. Semangat memutuskan atau meninggalkan sesuatu yang tidak baik menjadi baik, atau meninggalkan yang baik menjadi yang lebih baik. Berfikir untuk hijrah adalah sesuatu yang sangat sulit karena Hijrah biasanya perbaiki masa lalu. Berjiwa keluar dari suatu keadaan ke keadaan lain sangatlah sulit.
Kita punya kebiasaan suka meminta orang lain untuk berubah, padahal diri kita tidak punya kesadaran berubah. Banyak yang bicara di mimbar menyuruh orang berbuat ma’ruf tetapi dia sendiri tidak melakukan hal ma’ruf. Nabi Muhammad Saw jika memerintahkan sesuatu kepada umatnya, maka beliau terlebih dahulu melaksanakannya. Ibda Binafsih artinya mulailah dari diri Anda.
Sangat sulit dalam merubah orang yang putus asa dan putus harapan. Cara merubah orang semacam itu adalah mengajaknya untuk tidak hanya melihat kekurangan dirinya, tetapi bimbinglah mereka melihat kelebihan-kelebihan mereka. Semangat dan Istiqomah merupakan modal melihat kelebihan diri kita. Biasanya Orang akan melakukan perubahan dengan meninggalkan hal lalu yang tidak baik dan tetap mempertahankan yang baik.

Niat dan semangat.
Teori pantulan bola dikemukakan oleh Murthada Muthohari. Orang yang dulunya tidak baik, jika dia bersemangat baik maka akan menjadi orang yang sangat baik. Orang hijrah adalah orang yang bersemangat untuk meraih kesuksesan. Ulul Azmi adalah Nabi yang mempunyai semangat dalam kesabaran. Sebenarnya, orang-orang yang selalu dipenuhi dengan masalah dan tantangan biasanya akan menjadi orang yang sukses.

Manusia dan kecondongannya.
Biasanya orang-orang jika meminta pada Allah SWT, mereka meminta yang baik-baik. Manusia dimanapun selalu meminta kebaikan. Surat Al fushikat ayat 49.
Saat kita menghadapi masalah, artinya kita sudah mulai diuji. Jiwa orang sukses, tidak putus asa dalam menghadapi tantangan. Ada orang putus asa tetapi bisa sembunyikan keputusasaannya. Sebaiknya, jika menghadapi masalah maka kita harus berkonsultasi. Kita harus merubah apa yang ada dalam diri kita untuk menjadikan kita sukses.
Keinginan negatif dalam diri seseorang tidak pernah ada ujungnya sehingga akan mengarahkan setiap orang untuk menjadi tamak dan koruptif. Kita harus mengendalikan keinginan negatif tersebut dengan membisakan untuk tidak mengikuti keinginan tetapi membiasakan memiliki sesuatu sesuai kebutuhan agar kita tidak jadi tamak dan koruptif. Jadikanlah kekayaan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Jadilah orang kaya dan orang hebat dengan pola hidup yang sederhana karena kekayaan dan kekuasaan ada batasnya.

Manusia sangat senang dipuji dan sangat membenci kritikan. Padahal pengkritik kita adalah orang yang memiliki perhatian lebih kepada kita ketimbang orang yang memuji kita karena hari- harinya banyak dipergunakan untuk mengingat dan memperbincangkan kita. Kita memiliki kecondongan negatif selalu tidak sabar dalam menghadapi masalah. Ibu yang sukses akan melahirkan anak- anak yang sukses. Jangan gampang mengeluh dengan berbagai macam tantangan dan cobaan. Sifat buruk dari manusia jika masalah sudah diangkat, biasanya manusia selalu memuji- muji dirinya sendiri atas keberhasilan yang diraihnya. Kita makhluk sosiologis, tidak bisa dilepaskan dari peran lingkungan kita dalam mensukseskan diri kita. Guru-guru juga merupakan faktor yang membuat kita sukses, sehingga jangan membeda- bedakan guru dan jangan menghormati guru karena ethnisnya Jika itu kita lakukan maka kita menjadi siswa yang sudah bersikap rasis kepada gurunya rasis.

Manusia hanya berfikir dan berikhtiar, Tuhan yang memutuskan.
Untuk menutup ceramahnya dan memberikan gambaran mengenai pentingnya tantangan, penceramah bercerita mengenai seorang laki yang berwajah jelek dengan seorang wanita yang sangat cantik. Semua anak muda yang kaya dan ganteng sangat berminat melamar wanita tersebut, namun hampir semuanya pelamar ditolak oleh wanita canti tersebut. Justru wanita tersebut menerima lamaran seorang laki-laki yang berwajah jelek untuk diterima dan dijadikan teman hidupnya. Pasangan tersebut akhirnya menikah dan memiliki anak yang seluruhnya meraih kesuksesan. Suatu hari saat keduanya sudah berusia lanjut, ada seorang wartawan yang ingin mewawancarai mereka. Suaminya ditanya, apa kunci keberhasilannya, dijawabnya hanya dengan satu kata yaitu bersyukur. Sang istri saat ditanya, mengapa memilih laki-laki yang berwajah jelek. Sang istri menjawab bahwa sejak kecil ia dididik untuk menjadi orang sukses yang bermanfaat. Jika dia memilih suami yang ganteng maka tidak memberika tantangan dalam hidupnya. Oleh karena itu dia memilih laki- laki yang jelek agar dalam hidupnya banyak memperoleh masalah. Dia mengingat bahwa Nabi yang terbaik ada 5 Nabi dan hidupnya selalu dengan tantangan. Allah SWT uji istri tersebut dengan kesabaran melalui wajah suaminya yang jelek agar terus bersabar sehingga memperoleh anak yang sehat dan sukses hidupnya.

Ceramah diakhiri dengan sama-sama bernyanyi dengan riang gembira membawakan lagu ciptaan Dr. Umar Ibrahim dengan judul “Bismillah”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *