Saya Kagum Dengan Pengembangan Karakter di Lazuardi

Oleh : Agus Purwanto (Kepala Sekolah SMA Lazuardi)

Beberapa bulan lalu saya dihubungi oleh Staf Direktorat PSMA Kemendikbud untuk menjadi Nara Sumber best Practise keterlaksanaan Pendidikan Karakter, Program Literasi dan Pembelajaran Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) di salah satu Hotel di Bandung. Peserta dari kegiatan tersebut adalah perwakilan para Pengawas dan Kepala Sekolah yang ditunjuk sebagai SMA Rujukan dari seluruh wilayah Indonesia. Saya sempat berkenalan dengan beberapa Pengawas dan Kepala sekolah , ada yang dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Malang, Bali, Palembang, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan nama daerahnya.

Awalnya saya agak bingung, menterjemahkan perintah dari Direktorat PSMA tersebut. Apa yang harus saya sampaikan nantinya ? Lama saya persiapkan materinya, kemudian mulailah terpola dalam fikiran saya, apa saja yang menarik yang akan saya tayangkan di workshop tersebut. Ternyata, apa yang diharapkan oleh Pemerintah, seluruhnya sudah di lakukan di Lazuardi, dan bahkan sebelum muncul gagasan dari Pemerintah, Lazuardi sudah mendahului beberapa tahun sebelumnya. Akhirnya, saya tidak mengalami kesulitan untuk membuat file presentasi dengan bukti fisik foto-foto kegiatan yang pernah dilakukan oleh Lazuardi.

Singkat cerita, tiba saatnya saya menjadi Nara Sumber di kegiatan tersebut. Saya pandangi satu per satu para pesertanya, mereka semua nampak sekali sangat berpengetahuan dan berpengalaman. Diawali rasa dag dud dug kemudian dimenit ke 10 mulai makin hangat dan bersemangat mempresentasikan best practice keterlaksanaan Pendidikan Karakter, Literasi dan Pembelajaran Berbasis HOTS. Dalam presentasi tersebut terkadang terlontar statemen lucu yang membuat audiens tertawa, terkadang terlontar statemen yang memotivasi yang membuat ruangan semarak dengan tepuk tangan. Saya makin all out menyampaikan presentasi tersebut, ingin rasanya waktu ditambah agar saya bisa makin banyak menyampaikan hal hal baik di Lazuardi kepada audiens. 30 menit terakhir, diisi oleh tanya jawab. Alhamdulillah, seluruh pertanyaan dapat saya jawab dengan baik berdasarkan pengalaman nyata menerapkan Pendidikan Karakter, Literasi dan Pembelajaran HOTS di Lazuardi.

Singkatnya, setelah menyelesaikan tugas dari Pemerintah tersebut, banyak teman-teman pengawas dan Kepala Sekolah menyalami saya dan menyampaikan testimoninya bahwa program Lazuardi sangat bagus.

Saat Ishoma, saya ngobrol dengan salah satu Kepala Sekolah SMA Swasta terbaik di wilayah Jakarta Timur, letak sekolahnya di Rawamangu. Saya mengawali dengan menyampaikan selamat kepada beliau karena peminat masyarakat bersekolah di tempatnya sangat besar jumlahnya, dan yang direkrut hanya seperempat dari jumlah pendaftar. Saya menanyakan, mengapa animo masyarakat sangat besar ingin bersekolah di sekolah tersebut. Beliau menjawab bahwa sekolahnya tidak terlalu banyak pesaing sekolah sejenis sehingga masyarakat tidak ada pilihan lain selain bersekolah di sekolahnya. Selain itu, output nilai Ujian Nasional yang lumayan tinggi menjadikan tambahan daya tarik masyarakat untuk bersekolah di SMA tersebut.

Namun, di akhir pembicaraan, Kep Sek dari SMA tersebut menyampaikan testimoninya bahwa beliau sangat mengagumi paparan saya mengenai best practice penerapan Pendidikan Karakter di SMA Lazuardi. Beliau menambahkan bahwa sekolahnya belum memiliki kemampuan untuk menerapkan program pengembangan pendidikan karakter seperti yang sudah direalisasikan di SMA Lazuardi.

Alhamdulillah, point akhir tersebut menjadi penguat motivasi saya bersama teman-teman Manajemen dan guru-guru untuk terus berkomitmen mengembangkan Pendidikan Karakter di SMA Lazuardi.

admin

We are the IT Men of Laz

Leave a Reply

Close Menu