Upacara Bendera 17 Agustus membentuk semangat Kebangsaan (Nasionalisme) dan Leadership

Oleh : Agus Purwanto (Kepala SMA Lazuardi)

Pagi ini seluruh civitas akademika SMA Lazuardi melaksanakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus. Pelaksanaan upacara diawali oleh pengaturan barisan dari pembina Paskibra, pak Sugeng Mulyadi. Barisan para guru dan peserta didik diatur sedemikian rupa sehingga nampak rapih. Setelah seluruh barisan siap, dilanjutkan oleh pemeriksaan persiapan upacara oleh petugas yang ditunjuk. Pengecekan persiapan meliputi pengecekan barisan peserta upacara sampai kepada mickrofon yang dipergunaian oleh inspektur upacara.

Acara diawali oleh pembawa acara menginformasikan pimpinan upacara untuk masuk ke tempat upacara. Seorang siswi berasal dari Sulawesi bernama Awa menjadi pemimpin upacara. Setelah pimpinan upacara memasuki lapangan upacara, komandan barisan yang paling kanan memimpin seluruh peserta upacara agar memberikan hormat kepada pimpinan upacara. Kemudian seluruh komandan barisan melaporkan kepada pimpinan upacara bahwa seluruh barisan siap mengikuti upacara.

Berikutnya, pembawa acara menginstruksikan agar inspektur upacara memasuki panggung upacara. Inspektur upacara tahun adalah pak Badawi yang memiliki jabatan sebagai manajer usaha. Setelah inspektur upacara berada di panggung upacara, pimpinan upacara mengomandoi seluruh peserta upacara untuk memberikan hormat kepada inspektur upacara.

Tibalah saat yang ditunggu yaitu pasukan pengibar bendera yang berjalan dengan sangat gagah dan seni baris berbaris yang memukau. Selanjutnya, pimpinan upacara mengomandoi seluruh peserta upacara untuk memberikan hormat kepada sang saka merah putih yang diiringi oleh lagu Indonesia Raya. Seluruh peserta nampak khidmat mengikuti jalannya prosesi menaikkan sang saka merah putih sampai seluruh pasukan pengibar bendera berjalan menuju tempat awal mereka berbaris.

Setelah seluruh pasukan pengibar bendera sampai ke posisi semula mereka berbaris, pimpinan upacara mengomandoi seluruh peserta upaca untuk berdiri dalam posisi istirahat untuk mendengarkan wejangan dari inspektur upacara. Wejangan dari Inspektur upacara sangat bermakna, beliau menyampaikan bahwa perjuangan Pahlawan kita dahulu sangat jelas yakni berjuang melawan kaum penjajah. Peluru yang mengenai kita akan melukai diri kita dan bahkan membawa kepada kematian. Namun, musuh pada saat ini adalah melawan bangsa sendiri yang suka menyebar hoax, mengadu domba, dan merasa sebagai pihak yang paling benar.

Upacara dilanjutkan dengan bersama-sama menyanyikan lagu Hari Merdeka, Garuda Pancasila, dan Satu Nusa Satu Bangsa. Kemudian ditutup dengan membaca doa. Diakhiri dengan keseruan petugas upacara meneriakan yel-yel sebagai simbul selesainya tugas mulia mereka menjadi petugas upacara.

Selesai upacara dilanjutkan dengan foto bersama guru-guru dan karyawan dibarengi oleh canda dan tawa. Para petugas upacara pun tidak ingin kalah oleh para guru, mereka berfoto bersama dengan berbagai macam gaya dan dibarengi dengan gelak tawa. Suasana hari ini penuh dengan kebahagiaan dari seluruh civitas akademika SMA Lazuardi.

Pelaksanaan upacara bendera tidak hanya sekedar memperingati kemerdekaan atas perjuangan para pahlawan Indonesia, namun juga upaya dalam membentuk karakter peseta didik pada bagian meningkatkan Nasionalisme atau semangat kebangsaan. Selain itu pimpinan upacara dan para petugas yang lain juga membentuk karakter Leadership yang dibutuhkan dalam 21 st Century Skills.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *